Probolinggo, 5 Oktober 2024 – Dalam momentum peringatan Dies Natalis ke-14, Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo merajut kerja sama strategis dengan RSIA Muhammadiyah Probolinggo melalui kegiatan bertajuk “Aksi Cegah Stunting dan Layanan Kesehatan Gratis.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting demi masa depan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Aula IAD Probolinggo dipenuhi antusiasme masyarakat yang hadir untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis sekaligus edukasi mengenai gizi dan kesehatan anak. Program ini menghadirkan berbagai layanan seperti pemeriksaan kesehatan umum, konseling gizi ibu dan anak, hingga deteksi dini risiko stunting pada balita.
Ketua Badan Pembina Harian IAD Probolinggo, Bunda Romiyati, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami percaya bahwa masa depan bangsa ini terletak pada tangan generasi mudanya, dan kesehatan adalah fondasi yang tidak boleh diabaikan. Melalui kegiatan ini, IAD ingin memastikan bahwa peran kami dalam mendukung kesehatan masyarakat terus berjalan dengan serius dan berkelanjutan,” ujarnya.
Perwakilan Direktur RSIA Muhammadiyah Probolinggo, dr. Kemal, menambahkan bahwa edukasi mengenai gizi dan pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Stunting bukan hanya masalah individu, tetapi merupakan isu yang bisa mempengaruhi kemajuan bangsa secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang benar dan tindakan yang tepat, kita bisa mencegah generasi mendatang dari dampak buruk kekurangan gizi,” jelasnya.
Dalam sesi penyuluhan, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai stunting, dampaknya terhadap perkembangan anak, serta pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
“Periode 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak sangat krusial. Selama masa ini, pemberian nutrisi yang tepat akan menentukan apakah anak tersebut akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” ungkap salah satu penyuluh dari RSIA Muhammadiyah.
Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai pola makan sehat dan pencegahan stunting.
“Saya sangat terbantu dengan penjelasan dari para dokter. Sekarang saya paham betul bahwa gizi itu tidak bisa diremehkan, terutama untuk anak-anak kita,” ujar Ibu Lina, salah satu peserta kegiatan.
Selain penyuluhan, layanan kesehatan gratis juga diberikan kepada masyarakat, meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, serta deteksi dini stunting pada balita. Tim medis dari RSIA Muhammadiyah bersama relawan IAD Probolinggo memberikan pelayanan dan konsultasi kesehatan secara menyeluruh.
Bagi peserta yang terdeteksi memiliki risiko stunting, diberikan suplemen gizi serta edukasi lanjutan agar kondisi tersebut dapat dicegah sejak dini. Paket sembako dan tambahan nutrisi juga dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, acara ini sangat membantu kami. Pemeriksaan gratis ini sangat penting, apalagi untuk kami yang tidak selalu punya akses mudah ke layanan kesehatan. Selain itu, saya jadi lebih tahu cara mencegah stunting pada anak saya,” ungkap Ibu Siti, salah satu warga yang hadir.
Kegiatan bhakti sosial ini ditutup dengan pembagian paket sembako dan suplemen kesehatan bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo dan RSIA Muhammadiyah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah stunting sejak dini.