Ada yang dapat kami bantu? :)

Kembali ke Beranda
IAD Probolinggo Gelar International Short Course Bersama USIM Malaysia: “Transformative Pesantren: Gender-Inclusive Leadership and Character Development through Life Skills”

IAD Probolinggo Gelar International Short Course Bersama USIM Malaysia: “Transformative Pesantren: Gender-Inclusive Leadership and Character Development through Life Skills”

28 August 2026 1 month ago

Probolinggo, 28 Agustus 2026 — Institut Ahmad Dahlan Probolinggo (IAD Probolinggo) memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Short Course bertajuk “Transformative Pesantren: Gender-Inclusive Leadership and Character Development through Life Skills”, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Institut Ahmad Dahlan Probolinggo tersebut mempertemukan sivitas akademika IAD Probolinggo dengan dosen dan mahasiswa Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). International Short Course menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik Prof. Dr. Mohamad Zaharuddin Zakaria bersama 15 mahasiswa USIM ke IAD Probolinggo.

Kegiatan ini mengangkat tema transformasi pesantren dengan fokus pada kepemimpinan yang inklusif gender, pengembangan karakter, dan penguatan kecakapan hidup (life skills). Pemilihan tema tersebut didasarkan pada pentingnya pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berperan dalam pengembangan keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kehidupan sosial masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) IAD Probolinggo, Dr. Ahsan Hakim, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik dari USIM. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan kesempatan penting bagi kedua institusi untuk membangun dialog dan pertukaran pengetahuan mengenai pendidikan Islam di Indonesia dan Malaysia.

“Kehadiran dosen dan mahasiswa dari USIM di Institut Ahmad Dahlan Probolinggo bukan hanya sebuah kunjungan akademik, tetapi merupakan ruang untuk membangun dialog pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia. Kita ingin agar mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga belajar melalui perjumpaan, dialog, dan pertukaran pengalaman lintas negara,” ungkap Dr. Ahsan Hakim.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi, serta pertukaran pengalaman mengenai perkembangan pendidikan Islam, kepemimpinan pesantren, kesetaraan gender, pengembangan karakter, dan kecakapan hidup. Interaksi antara mahasiswa IAD Probolinggo dan USIM berlangsung secara aktif sehingga menciptakan suasana akademik yang dinamis dan dialogis.

Materi dalam International Short Course tidak hanya membahas aspek teoretis, tetapi juga mengangkat perspektif dan hasil kajian mengenai pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Nusantara. Pesantren memiliki akar sejarah dan tradisi yang kuat dalam membentuk pengetahuan, karakter, kepemimpinan, serta kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terus bertransformasi dalam merespons perkembangan zaman. Pesantren tidak hanya dipandang sebagai pusat pembelajaran keagamaan, tetapi juga sebagai ruang transformasi sosial yang dapat mengembangkan kepemimpinan yang inklusif, penguatan karakter, dan keterampilan hidup peserta didik.

 

Sementara itu, Prof. Dr. Mohamad Zaharuddin Zakaria dari Universiti Sains Islam Malaysia menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan IAD Probolinggo kepada rombongan USIM. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa USIM, khususnya dalam memahami praktik dan karakteristik pendidikan Islam di Indonesia.

“Indonesia and Malaysia share many similarities in terms of Islamic education, culture and academic traditions. Therefore, this kind of academic exchange can become a foundation for further collaboration in research, student mobility, joint programs and other academic activities,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mahasiswa USIM dan IAD Probolinggo aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta menyampaikan perspektif mengenai praktik pendidikan Islam di masing-masing negara. Pertukaran gagasan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran lintas budaya sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai keragaman pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Bagi IAD Probolinggo, penyelenggaraan International Short Course bersama USIM merupakan bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan jejaring dan kolaborasi akademik dengan institusi pendidikan tinggi di luar negeri. Kegiatan tersebut juga membuka peluang pengembangan kerja sama dalam bidang penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, serta program akademik bersama.

Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kegiatan ini menjadi sarana bagi IAD Probolinggo untuk memperkenalkan pesantren sebagai salah satu tradisi pendidikan Islam Nusantara kepada komunitas akademik internasional. Dialog antara akademisi dan mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia diharapkan dapat menghasilkan perspektif baru mengenai transformasi pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Melalui kegiatan ini, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berwawasan internasional. International Short Course bersama USIM diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan antara kedua institusi.

Ke depan, kolaborasi IAD Probolinggo dan USIM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan dan International Short Course, tetapi dapat berkembang melalui berbagai program konkret, seperti joint research, student mobility, academic exchange, joint programs, dan kegiatan akademik internasional lainnya.


Bagikan artikel ini: