Ada yang dapat kami bantu? :)

Kembali ke Beranda
Pascasarjana IAD Probolinggo Gelar Kuliah Pakar, Perkuat Moderasi Beragama di Era Kecerdasan Artifisial

Pascasarjana IAD Probolinggo Gelar Kuliah Pakar, Perkuat Moderasi Beragama di Era Kecerdasan Artifisial

29 August 2026 1 month ago

PROBOLINGGO — Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo menyelenggarakan Kuliah Pakar bertema “Membangun Ekosistem Moderasi Beragama: Sinergi Pendidikan dan Regulasi untuk Mencegah Konflik Keagamaan” pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Auditorium IAD Probolinggo.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D., Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai narasumber. Kuliah pakar diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana IAD Probolinggo sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik mengenai moderasi beragama, kerukunan umat beragama, dan pencegahan konflik keagamaan di era digital.

Dalam sambutannya, Rektor IAD Probolinggo, Dr. Beny Prasetya, M.Pd., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun cara berpikir yang kritis, terbuka, dan berimbang. Kampus tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuhnya nilai toleransi, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Menurutnya, moderasi beragama tidak cukup dipahami sebagai konsep akademik, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, komunikasi, serta kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa Pascasarjana diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan turut mencegah berkembangnya intoleransi maupun konflik bernuansa keagamaan.

Dr. Beny Prasetya juga menekankan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Kemudahan dalam memproduksi dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kemampuan memeriksa kebenaran, memahami konteks, dan mempertimbangkan dampak sosial dari informasi yang dibagikan.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Muhammad Adib Abdushomad menjelaskan bahwa upaya menjaga kerukunan umat beragama saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan pemanfaatan AI memberikan berbagai kemudahan, tetapi juga dapat memunculkan risiko sosial apabila digunakan tanpa tanggung jawab.

Informasi yang keliru, provokatif, atau tidak sesuai konteks dapat tersebar dengan cepat dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan memilih sumber informasi, memverifikasi kebenaran konten, serta membangun komunikasi yang santun dan bertanggung jawab. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan, dialog, dan kerja sama, bukan untuk mempertajam perbedaan.

Pada kesempatan tersebut, narasumber juga memperkenalkan Si-Rukun, sebuah aplikasi yang digunakan sebagai instrumen untuk membantu mendeteksi potensi gangguan terhadap kerukunan umat beragama. Melalui dukungan data dan pemetaan, potensi konflik dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Narasumber menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama membutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, media, dan masyarakat. Pendidikan berperan menanamkan sikap kritis dan penghargaan terhadap keberagaman, sedangkan regulasi dan kebijakan publik memberikan perlindungan bagi terciptanya kehidupan beragama yang damai dan berkeadilan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung mengenai tantangan kerukunan umat beragama, pemanfaatan AI, dan strategi pencegahan konflik keagamaan di masyarakat.

Melalui Kuliah Pakar ini, Pascasarjana IAD Probolinggo berharap mahasiswa mampu memahami moderasi beragama secara teoritis sekaligus menerapkannya secara kritis, adaptif, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen IAD Probolinggo dalam membangun budaya akademik yang kontekstual dan relevan dengan tantangan sosial-keagamaan di era digital.

 


Bagikan artikel ini: